SURABAYA, JATIMUPDATE.COM — Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jawa Timur menyoroti pelaksanaan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang digelar Polda Jawa Timur, Rabu (28/10/2026), menyusul informasi pemberian uang transportasi sebesar Rp100.000 kepada peserta. Badko HMI mempertanyakan mekanisme dan tujuan pemberian fasilitas tersebut untuk memastikan kegiatan berlangsung transparan serta tidak memengaruhi kebebasan peserta.
Ketua Badko HMI Jatim Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Kepemudaan (PTKP), M. Shohir, mengatakan persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai nominal uang transportasi.
“Persoalannya bukan semata-mata pada nominal Rp100.000. Yang harus kita pertanyakan adalah mekanisme pemberiannya, apa tujuannya, dan apakah fasilitas tersebut berpotensi memengaruhi kebebasan serta independensi peserta,” ujar M. Shohir.
Menurutnya, kegiatan kepemudaan yang melibatkan institusi negara perlu diselenggarakan secara transparan, mulai dari tujuan kegiatan, mekanisme pelibatan peserta, sumber anggaran hingga fasilitas yang diberikan.
Badko HMI Jatim menegaskan, pemberian uang transportasi tersebut tidak serta-merta membuktikan adanya pembungkaman atau kooptasi terhadap pemuda. Namun, hal itu perlu dijelaskan apabila fasilitas tersebut disertai tekanan, persyaratan tertentu, atau pembatasan terhadap sikap kritis peserta.
“Pemuda bukan sekadar objek pembinaan. Mahasiswa dan pemuda adalah subjek demokrasi yang memiliki hak untuk menentukan sikap secara mandiri,” tegasnya.
M. Shohir juga mengingatkan agar peringatan Sumpah Pemuda tidak berhenti pada seremoni. Momentum 28 Oktober, menurutnya, harus menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, keberanian menyampaikan pendapat, serta peran pemuda dalam mengawal demokrasi.
“Kami mengimbau seluruh elemen pemuda di Jawa Timur untuk tetap kokoh menjaga independensi. Hari Sumpah Pemuda merupakan refleksi perjuangan besar dalam menjaga persatuan dan demokrasi, bukan sekadar acara seremonial,” katanya.
Badko HMI Jatim meminta Polda Jatim memberikan klarifikasi terkait informasi pemberian uang transportasi Rp100.000 kepada peserta. Klarifikasi dinilai penting agar pelaksanaan kegiatan berlangsung transparan dan tidak menimbulkan persepsi yang dapat mengaburkan makna Sumpah Pemuda.
Bagi Badko HMI Jatim, keberhasilan peringatan Sumpah Pemuda bukan diukur dari jumlah peserta maupun fasilitas yang diberikan, melainkan dari sejauh mana kegiatan mampu memperkuat persatuan, daya kritis, dan keberanian pemuda dalam kehidupan demokrasi.