Slamet Aryadi Kopdar di Alun-Alun Sampang, Tiba-Tiba Dapat Keluhan Bansos dari Pedagang Kopi Keliling

Secangkir kopi dibeli, keluhan rakyat didengar, persoalan pun dikawal

By
Slamet Aryadi Kopdar di Alun-Alun Sampang, Tiba-Tiba Dapat Keluhan Bansos dari Pedagang Kopi Keliling (Ilustrasi)

SAMPANG, JATIMUPDATE.COM – Suasana kopdar Anggota DPR RI Fraksi PAN, Slamet Aryadi, di kawasan Alun-Alun Trunojoyo, Sampang, Kamis malam (14/10/2026), tiba-tiba diwarnai keluhan sejumlah pedagang kopi keliling terkait bantuan sosial (bansos).

Saat Slamet Aryadi tengah berada di kawasan Alun-Alun Trunojoyo, sejumlah pedagang kopi keliling dan pedagang asongan kemudian menghampiri dan mengerumuninya. Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai keluhan, termasuk persoalan bantuan sosial.

Di tengah suasana tersebut, Slamet Aryadi membeli seluruh dagangan para pedagang yang menghampirinya, tanpa terkecuali. Ia membeli kopi dan dagangan lainnya sebagai bentuk perhatian kepada para pedagang yang sehari-hari mencari penghasilan di kawasan tersebut.

Salah seorang ibu penjual kopi keliling kemudian menyampaikan keluhannya kepada Slamet. Ia mengaku tidak mendapatkan bantuan sosial, termasuk bantuan sembako maupun Program Keluarga Harapan (PKH).

Mendengar keluhan tersebut, Slamet meminta izin melihat identitas dan melakukan pengecekan data bantuan sosial.

Data Bansos Jadi Sorotan

Salah seorang pedagang bernama Ibu Nideh mengaku tidak mendapatkan bantuan sembako maupun PKH. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui Ibu Nideh tercatat dalam desil 5.

Sementara pedagang lainnya, Ibu Hani, tercatat berada pada desil 3 dan terdata sebagai penerima PKH. Namun, Ibu Hani mengaku tidak mengetahui bahwa dirinya tercatat sebagai penerima bantuan tersebut.

Menanggapi temuan itu, Slamet meminta agar data tersebut ditindaklanjuti melalui verifikasi dengan instansi terkait, sehingga status penerima dan bantuan yang diterima masyarakat dapat dipastikan sesuai kondisi sebenarnya.

Slamet Minta SAC Dampingi ke Dinas Sosial

Slamet Aryadi kemudian meminta tim SAC (Slamet Aryadi Center) untuk mendampingi para pedagang yang mengalami persoalan terkait bansos.

Ia secara langsung meminta Koordinator SAC Madura, Mas Kiki dan Mas Rohman, untuk membantu mendampingi para pedagang berkoordinasi dengan Dinas Sosial.

“Ibu ini nanti Mas Kiki dan Mas Rohman akan bantu ibu. Didampingi ke Dinas Sosial. Insyaallah nanti saya juga akan langsung turun tangan,” ujar Slamet.

Ia juga meminta masyarakat menyiapkan foto atau fotokopi identitas sebagai bahan proses tindak lanjut.

“Nanti kita kawal bersama tim SAC. Bawa foto identitasnya. Kita komunikasikan dengan Dinas Sosial,” katanya.

Slamet juga menyampaikan rencana untuk kembali bertemu dengan para pedagang pada Jumat malam.

“Insyaallah, nanti Jumat malam Sabtu saya akan melakukan kopdar di sini. Tolong hadir dan bawa fotokopi identitasnya. Nanti kita sama-sama ke Dinas Sosial, atau saya yang akan ke Dinas Sosial untuk mengajukan agar nantinya ibu-ibu bisa mendapatkan bantuan sosial,” tuturnya.

Pertemuan di Alun-Alun Trunojoyo tersebut bermula dari suasana kopdar yang kemudian dikerumuni para pedagang. Dari percakapan sederhana dan pembelian dagangan tanpa terkecuali, muncul persoalan bansos yang kemudian mendapat perhatian Slamet Aryadi untuk ditindaklanjuti melalui pendampingan dan koordinasi dengan Dinas Sosial.

Share This Article