JatimUpdate.com – Ahad Kliwon, 7 Juli 2024 yang bertepatan dengan 1 Muharram 1446 H, Masjid Baitussalam Petungroto menjadi saksi berlangsungnya acara Rutinan Ahad Kliwon Majlis Ta’lim yang digawangi oleh MWC NU Kecamatan Ngajum. Acara ini berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat, dihadiri oleh setidaknya 200 orang, termasuk para kyai dan ustadz yang turut meramaikan suasana keagamaan tersebut. Mereka datang dari berbagai penjuru Kecamatan Ngajum untuk mengikuti acara Rutinan Ahad Kliwon yang telah menjadi tradisi keagamaan yang dinanti-nanti.

Wejangan Gus Maksum Habibi: Pentingnya Menjadi Manusia yang Bermanfaat

Acara dibuka dengan sambutan Perwakilan Takmir Masjid Baitussalam yang diwakili oleh Ustadz Ale (Alix Wijaya) dan dilanjutkan dengan tausiyah oleh Gus Maksum Habibi dari Tahfidyah Ngajum. Dalam wejangan yang disampaikan, Gus Maksum menekankan pentingnya menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. “Khoirun Naas Anfauhum Linnaas,” ujarnya, mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang berarti ‘manusia terbaik adalah yang bermanfaat bagi orang lain’. Gus Maksum mengajak seluruh hadirin untuk merenungkan dan mengamalkan pesan ini dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, dalam setiap langkah hidup, seorang muslim harus senantiasa berupaya memberikan manfaat kepada sesama, baik melalui tindakan kecil maupun besar.

Gus Maksum didampingi Ustadz Ale Masjid Baitussalam Petungroto

Pembacaan Kitab Kuning oleh Kyai Imam Darmuji

Setelah tausiyah dari Gus Maksum, acara dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Tanbihul Ghofilin oleh Kyai Imam Darmuji, yang merupakan Muhtasyar NU Kecamatan Ngajum. Kitab Kuning, yang merupakan literatur klasik Islam, menjadi salah satu materi yang penting dalam pengajian ini. Kyai Imam dengan penuh keilmuan dan kebijaksanaan menjelaskan berbagai isi kitab, menguraikan hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya. Jamaah dengan khusyuk mendengarkan setiap penjelasan, mencatat poin-poin penting yang disampaikan untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan beragama.

Pembacaan Sholawat Nabi dan Doa Penutup

Momentum paling emosional dalam acara ini adalah saat pembacaan Sholawat Nabi yang dipimpin oleh Kyai Kholidul Adhar, Rois Syuriah NU Ngajum. Suara merdu dan penuh khidmat dari Kyai Kholidul mengajak seluruh jamaah untuk bersholawat bersama, menciptakan suasana yang begitu mendalam dan menyentuh hati. Setiap lantunan sholawat diikuti dengan penuh kekhusyukan oleh seluruh hadirin, menciptakan harmoni spiritual yang begitu indah.

Acara ditutup dengan doa oleh Kyai Muhaimin dan Kyai Burhanuddin. Doa yang dipanjatkan mengandung harapan dan permohonan kepada Allah SWT agar semua yang hadir diberikan kesehatan, keberkahan, dan kemudahan dalam menjalankan kehidupan. Doa juga dipanjatkan untuk keberlangsungan acara-acara keagamaan seperti ini agar terus dapat dilaksanakan dengan lancar dan membawa manfaat bagi seluruh umat.

Ramah Tamah dan Kebersamaan

Setelah rangkaian acara inti selesai, panitia Takmir Masjid Baitussalam Petungroto menyelenggarakan sesi ramah tamah. Para jamaah dan tokoh agama yang hadir menikmati sajian yang disediakan oleh panitia. Momen ini menjadi kesempatan bagi para hadirin untuk saling berinteraksi, bertukar pikiran, dan mempererat silaturahmi. Canda tawa dan cerita-cerita hangat pun terdengar di seluruh sudut masjid, menunjukkan betapa kuatnya ikatan kebersamaan yang terjalin di antara mereka.

Segenap Panitia Masjid Baitussalam Petunngroto

Keberlanjutan Tradisi dan Harapan ke Depan

Acara Rutinan Ahad Kliwon Majlis Ta’lim yang digawangi oleh MWC NU Kecamatan Ngajum di Masjid Baitussalam Petungroto bukan hanya sekadar kegiatan keagamaan rutin, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah di kalangan masyarakat Kecamatan Ngajum. Kehadiran para kyai dan ustadz yang memberikan pencerahan dan pengajaran semakin menambah kekhusyukan dan keberkahan acara. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus dilaksanakan sebagai upaya memperkokoh iman dan taqwa kita kepada Allah SWT serta mempererat silaturahmi antar umat Islam,” ujar Pak Kadir, Panitia dari Masjid Baitussalam Petungroto.

Beliau juga mengungkapkan harapannya agar acara ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang bermanfaat dan membawa kebaikan bagi masyarakat. “Semoga acara Rutinan Ahad Kliwon ini dapat terus berlanjut istiqamah dan memberikan dampak positif yang semakin besar di masa mendatang,” tambahnya.

Antusiasme dan Dukungan Masyarakat

Antusiasme masyarakat dalam mengikuti acara ini menunjukkan betapa besar keinginan mereka untuk terus belajar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kehadiran lebih dari 100 orang, termasuk para tokoh agama, menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan keagamaan masih sangat kuat di tengah-tengah masyarakat Kecamatan Ngajum.

Salah seorang jamaah, Bapak Huda, mengungkapkan rasa senangnya bisa turut serta dalam acara ini. “Alhamdulillah, saya merasa sangat beruntung bisa hadir dan mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat dari para kyai dan ustadz. Acara ini benar-benar memberikan pencerahan dan menambah semangat saya untuk terus berbuat kebaikan,” tuturnya.

Kesimpulan

Acara Rutinan Ahad Kliwon yang diselenggarakan oleh MWC NU Kecamatan Ngajum di Masjid Baitussalam Petungroto pada tanggal 7 Juli 2024 ini telah berjalan dengan sukses dan lancar. Kehadiran para kyai, ustadz, dan jamaah yang antusias menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan seperti ini sangat diperlukan untuk memperkuat iman, taqwa, dan silaturahmi di kalangan umat Islam.

Dengan berbagai rangkaian acara mulai dari tausiyah, pembacaan Kitab Kuning, sholawat, hingga doa penutup dan ramah tamah, semuanya memberikan nilai-nilai keagamaan yang sangat berharga. Semoga acara ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi seluruh masyarakat. (AW)