Beranda / Sosok Inspiratif / Komunitas HE Malang Antusias Ikuti Seminar Slow Living Bersama Vivian Wahab

Komunitas HE Malang Antusias Ikuti Seminar Slow Living Bersama Vivian Wahab

Malang, 19 April 2026 – Komunitas Home Education (HE) Malang menggelar kegiatan edukatif bertema Slow Living yang berlangsung di Hall lantai 2 Malang Strudel. Acara ini menghadirkan narasumber Vivian Wahab yang dikenal sebagai homeschooling mom, blogger, dan digital preneur.

Kegiatan ini dihadiri oleh anggota dan pengurus Komunitas HE Malang dengan suasana yang hangat dan penuh antusias. Hal tersebut terlihat dari tingginya interaksi peserta selama sesi berlangsung, terutama pada sesi tanya jawab yang berjalan dinamis.

Dalam pemaparannya, Vivian Wahab menjelaskan bahwa konsep slow living bukan berarti menjalani hidup dengan lambat, melainkan hidup dengan lebih sadar, tenang, dan tidak terburu-buru. Ia menekankan pentingnya kesadaran dalam menjalani aktivitas sehari-hari serta fokus pada hal-hal yang benar-benar menjadi prioritas.

“Slow living adalah tentang bagaimana kita mengatur ritme hidup dengan penuh kesadaran agar memiliki waktu untuk hal-hal yang lebih bermakna,” ungkapnya dalam sesi materi.

Vivian juga membagikan praktik sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti membangun rutinitas pagi yang produktif. Menurutnya, pagi hari menjadi fondasi penting untuk menentukan kualitas aktivitas sepanjang hari. Dengan menyelesaikan pekerjaan rumah lebih awal, seseorang dapat memiliki waktu untuk aktivitas yang lebih menenangkan, seperti berkebun.

Ia juga mengangkat konsep berkebun sebagai salah satu bentuk implementasi slow living. Selain menjadi aktivitas produktif, berkebun dinilai mampu menjadi sarana refleksi diri, mendekatkan manusia dengan alam, serta menghadirkan ketenangan batin.

Tak hanya itu, Vivian turut menyoroti tantangan dalam menerapkan gaya hidup slow living, seperti tekanan sosial untuk selalu sibuk, kebiasaan multitasking, ketergantungan terhadap gadget, hingga fenomena fear of missing out (FOMO). Untuk mengatasinya, ia menyarankan agar individu mulai mengurangi penggunaan gadget berlebihan serta menyusun prioritas harian secara lebih bijak.

“Slow living bukan tentang hidup lambat, tetapi tentang hidup yang lebih seimbang dan bermakna. Bisa dimulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan wawasan baru bagi para peserta, khususnya dalam menerapkan pola hidup yang lebih sehat secara mental dan emosional di tengah dinamika kehidupan modern.

Dengan tingginya partisipasi dan antusiasme peserta, acara ini menjadi bukti bahwa kesadaran akan pentingnya keseimbangan hidup semakin meningkat di kalangan masyarakat, khususnya komunitas pendidikan berbasis keluarga seperti HE Malang.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *