PAMEKASAN, JATIMUPDATE.COM — Ra Hamid Amjad menyampaikan pesan menyejukkan kepada masyarakat Madura, khususnya Pamekasan, agar mengakhiri polemik dan kembali mengedepankan akhlak, tatakrama, serta persaudaraan, Sabtu (10/10/2026)
“Sesalah apa pun, sebenar apa pun saya dengan sampean, kita adalah saudara,” pesan Ra Hamid Amjad.
Ia mengingatkan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Namun, jangan sampai perbedaan tersebut memicu perpecahan dan merusak hubungan antarsesama.
Menurutnya, persoalan sebaiknya diselesaikan melalui dialog yang sehat dengan tetap menghormati satu sama lain, bukan dengan berlomba menunjukkan kepintaran atau saling menjatuhkan.
Ra Hamid Amjad juga mengingatkan bahwa masyarakat Madura memiliki ikatan kuat melalui para guru dan alim ulama. Menurutnya, sanad keilmuan para guru di Madura saling terhubung, bahkan tidak menutup kemungkinan memiliki hubungan kekerabatan.
“Guru-guru sampean di Madura, insyaallah, sanad keilmuannya nyambung dengan guru-guru kita. Bahkan, bisa jadi guru-guru kita memiliki hubungan kekerabatan. Maka, jangan sampai perbedaan pendapat membuat kita terpecah belah,” pesannya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menjaga nilai-nilai pesantren, menghormati para guru, serta menjunjung tinggi tatakrama dan persaudaraan.
“Ayo, sudahi pembicaraan persoalan ini. Pasrahkan kepada ahlinya,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat bersama-sama menjaga kerukunan, merangkul para alim ulama, dan tidak mudah terpancing oleh hal-hal yang dapat memperkeruh suasana.
Menutup nasihatnya, Ra Hamid Amjad berdoa agar Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dan kedamaian bagi masyarakat Madura, khususnya Pamekasan.
