Ekonomi

Jatah Penyerapan Beras Bulog Untuk Lamongan 34 Ribu Ton

[redaksi: [email protected]] | Selasa, 01 April 2014 - 14:42:11 WIB

Lamongan - Kemampuan Bulog untuk membeli hasil panen petani di Lamongan hanya sebatas 7 persen. Hal itu diungkapkan Asisten Kepala Perum Bulog Subdivre Jatim, Sukandar SN saat Sosialisasi Program Satu Desa Satu Lumbung Pangan dan Pengadaan Gabah Dalam Negeri, di Pendopo Lokatantra, Selasa (1/4/2014).

Oleh karena itu dia menyebut program satu desa satu lumbung pangan yang dicanangkan Bupati Fadeli merupakan program yang bagus untuk menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga komoditas.

Dari data yang disampaikan oleh Sukandar, target pengadaan beras dalam negeri (Ada DN) untuk wilayah Sub Divre Bojonegoro tahun ini sebesar 200 ribu ton.

Rinciannya, untuk Bojonegoro dijatah penyerapan 100 ribu ton, Tuban dijatah 66 ribu ton dan jatah paling rendah untuk Lamongan sebesar 34 ribu ton. Sedangkan realisasi penyerapan beras hingga 28 Maret 2013, masih menurut Sukandar, tercapai 17.119 ton atau sebesar 8,6 persen untuk wilayah Sub Divre Bojonegoro.

Dengan rincian penyerapan Bojonegoro sebesar 3.566 ton atau 3,6 persen, Tuban sebesar 5.186 ton atau 7,9 persen dan penyerapan terbesar adalah di Lamongan sebesar 8.367 ton atau sebanyak 24,6 persen dari target.

Di kesempatan yang sama Fadeli menyebut, ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional. Dikatakan, petani memiliki kedudukan yang strategis namun sering kali petani dirugikan karena jatuhnya harga komoditas pangan di saat panen raya, keterbatasan modal usaha baik untuk pengolahan, penyimpanan maupun distribusi sedangkan saat musim tanam harga komoditas menjadi tinggi.

Oleh karena itulah, sambung dia, untuk membangun ketahanan pangan, tahun ini dia mencanangkan Program Satu Desa Satu Lumbung Pangan untuk menjaga stabilitas harga komoditas, terutama padi Lamongan.

"Dari 474 desa dan kelurahan di Lamongan, masih terdapat 229 desa yang belum mempunyai lumbung pangan. Oleh karena itu di tahun 2014, Pemerintah Daerah menganggarkan dana sebesar Rp. 1.000.000 bagi setiap desa untuk memfasilitasi pembangunannya," ungkap Fadeli.

Fadeli juga berharap agar dari 19.611 ha lahan yang saat ini siap panen, hasil panen tersebut tidak langsung dijual namun dapat disimpan di lumbung pangan desa setempat. Sehingga ada nilai tambah bagi gabah yang dipanen dan bisa lebih memberi kesejahteraan.

Dalam acara yang diikuti oleh kurang lebih 400 peserta dari SKPD terkait, 27 camat, UPT Dinas Pertanian, Gapoktan dan Kepala Desa yang belum mempunyai lumbung pangan ini mendatangkan narasumber dari Pokja Ketahanan Pangan Propinsi Jawa Timur Zainal Abidin MS dan Asisten Kepala Perum Bulog Subdivre Jatim Sukandar SN. (Ewo P/JU03)










Komentar Via Website : 104
Gold G Sea Cucumber Jelly
23 Maret 2015 - 13:33:38 WIB
membentuk pribadi yang unggul http://goo.gl/9RLBq0
Penyakit Sipilis
25 Maret 2015 - 13:18:18 WIB
hadapi masalah dengan GAGAH PERKASA dan TAHAN LAMA http://obatsipilisampuh.web.id/
Obat Pelangsing
26 Maret 2015 - 14:41:20 WIB
hadapi masalah dengan GAGAH PERKASA dan TAHAN LAMA http://goo.gl/JBRSvV
Obat Tidur Alami
27 Maret 2015 - 16:18:37 WIB
membentuk pribadi yang unggul http://goo.gl/cbIipQ
Vig Power Capsule
31 Maret 2015 - 13:03:19 WIB
Obat Penyakit Jantung Koroner
31 Maret 2015 - 16:08:16 WIB
Obat Herbal Asam Urat
01 April 2015 - 09:59:09 WIB
Obat Kuat Alami
01 April 2015 - 10:52:39 WIB
Obat Penyakit Asma
01 April 2015 - 14:44:44 WIB
http://goo.gl/FYs7rh klik didieu
AwalKembali 123... 11 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)