Peristiwa

GP Ansor Tolak Cafe Ponti Dibuka Kembali

[redaksi: [email protected]] | Minggu, 30 Maret 2014 - 19:16:43 WIB

Sidoarjo - Puluhan warga Desa Sepande Kecamatan Candi, Sidoarjo dan Organisasi Masyarakat (Ormas) GP Ansor mendatangi Cafe Ponti, Minggu (30/3/2014) sore. Mereka meminta agar cafe di Jalan Raya Lingkar Barat, Sidoarjo batal dibuka karena telah melukai perasaan warga dengan tewasnya seorang warga pada 28 Nopember 2011 silam.

Saat itu, Riyadus Sholihin, warga Desa Sepande tewas ditembak oleh Briptu Eko Ristanto, seorang anggota Satreskrim Polres Sidoarjo.

Menurut Agus Ubaidillah Dewan Pembina GP Ansor Sidoarjo, warga Desa Sepande dan GP Ansor tidak terima dibukanya cafe Ponti. "Kita dan warga menolak keras atas dibukanya Cafe Ponti. Makanya kita datangi, ingin melihat secara langsung aktifitasnya sekarang," tegas mantan Ketua GP Ansor Sidoarjo, kepada wartawan.

Bahkan, Agus panggilan akrabnya menambahkan, saat warga datangi Cafe Ponti, istrinya almarhum Riyadus Sholihin, Maisaroh juga ikut. Karena, Maisaroh masih menyimpan luka, atas meninggal suaminya Riyadus Sholihin. Yang ditembak oleh anggota Satreskrim, berawal dari Cafe Ponti. Lantaran anggota tersebu usai pesta miras di Cafe Ponti. "Bahkan istrinya (Maisaroh) juga ikut. Tapi saat tiba di depan Cafe Ponti langsung pingsan," terang Agus.

Agus menerangkan, mengenai kegiatan Cafe Ponti dengan memberikan santunan terhadap anak Yatim Piatu, Panti Jompo dan Anak Berkebutuhan Khusus, dinilai cukup baik. Namun, acara tersebut hanyalah sebagai kedok saja. "Memang kegiatanya itu baik, dengan memberikan santunan pada anak yatim. Tapi, itu hanya kedok, agar ijinnya dikeluarkan oleh pemerintah," ujar dia.

Secara terpisah pemilik Cafe Rasa Sayang Ponti Hery Kuncoro juga menuturkan, kegiatannya itu merupakan hanya bakti sosial yang selalu dilakukan tiap tahunnya. Tidak ada unsur apapun.

"Kegiatan baksos ini tiap tahun sekali," ujar dia.

Ketika disinggung mengenai penolakan warga dan GP Ansor, Hery Kuncoro cukup menyesalkan adanya sikap itu. Karena, dinilai ada intimidasi dalam dibukanya cafe yang ada di wilayah Sidoarjo.

"Kalau Cafe Ponti tidak boleh dibuka. Kenapa cafe lainnya diperbolehkan. Ini namanya intimidasi. Boleh dibuka dan tidaknya tempat Cafe Ponti itukan ada pada pemerintah. Karena, Cafe Ponti itu ada ijinnya," tegas Hery kepada wartawan.

Hery menerangkan, apabila nantinya Cafe Rasa Sayang Ponti itu dibuka, dirinya berjanji tidak akan menjual yang namanya minuman berbau alcohol. Karena, itu merupakan sudah ada aturan dalam peraturan tiap daerah.

"Kita buka tidak akan yang namanya menjual minuman keras," tandas dia. (B Susanto/JU02)










Komentar Via Website : 5
jual obat kuat
31 Maret 2014 - 11:27:30 WIB
Hanya da dua jalan di kehidupan ini, yaitu jalan lurus dan jalan berkelok kelok
http://goo.gl/E9tRxg
Obat Tradisional Mandul
31 Maret 2014 - 12:01:13 WIB
Info Bermangfaat untuk bekal masa depat..!!
http://obattradisionalmandulherbal.wordpress. com/
http://goo.gl/xVa4yZ
https://mysp.ac/HWD4
T hank Bange gan..!!!!
Obat Darah Tinggi Herbal
02 April 2014 - 09:25:37 WIB
Terima kasih atas informasinya sangat menarik sekali
http://goo.gl/ZHanFT
obat untuk kolesterol
05 April 2014 - 11:32:51 WIB
oke makasih infonya wa | http://goo.gl/6rT04t
Jelly Gamat Gold G
08 April 2014 - 10:11:18 WIB
terima kasih telah berbagi berita nasional yang telah anda berikan.
salam sehat Indonesia http://goo.gl/RaSl0A | http://goo.gl/PIFczE | http://goo.gl/4OOxUf
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)